Perkembangan Muhammadiyah Daerah Boyolali

Standard

Muhammadiyah merupakan salah satu  organisasi Islam yang berada di indonesia, salah satu organusasi yang  bergerak tidak hanya dalam dunia agama saja akan tetapi juga bergerak dalam sosial, pendidikan dan kesehatan. Banyak masyarakat yang sudah menikmati lembaga-lembaga yang telah didirikan Muhammdiyah baik lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga sosial dan lembaga atvokas. Banyak orang mengenal muhammadiyah akan tetapi juga menikmati apa yang telah didirikan. muhammadiyah akan tetapi tidak tahu arti akan organisasi muhammadyah itu sendiri.

Sesui dengan hasil wawancara yang kami lakukan dengan Bapak Ali mukson yang sebagai narasumber tetapi juga sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali,Mengatakan  Muhhammadiyah  adalah merupakan suatu organisasi perserikatan yang merupakan organisasi pergerakan islam dan organisasi dahwah ‘’Amar ma’ruf Nahi munkar ‘’yang mempunyai tujuan menegakan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujudya masyarakat yang sebenar-benarnya. Sesui dengan apa ynag di cita-citakan awal berdirinya muhammadiyah oleh, KH.Ahmad Dahlan.

Organisasi muhammadiyah merupakan organisasi yang sudah tua dan sudah banyak sekali pergerakan-pergerakan yang sudah di laksanakan. Muhammadiyah baik di tingkat di desa maupun tingkat national. Muhammadiyah yang telah diproklamirkan diYogyakarta,Malioboro, pada malam minggu terkhir bulan Desember 1912. Nuhammadiyah didirikan karena keberadaan masyarakat yang masih memprihtinkan, karena pada saat itu msyarakat masih banyak melkukan kegiatan-kegiatan yang melnggar ketentuan-ketentuan dalam agama islam,, yang sering di sebut penyakait rakyat di antaranya tahayul, kurofat dan bid’ah, di samping itu juga kondisi msyarakat yang masih tertindas keberadaannya. Masyarakat yang terhegemoni oleh kolonial-kolonial belanda yang sangat meresahkan masyarakatIndonesiaumumnya dan lebih kususnya lagi bagi masyarakat di yagyakarta.

Dalam pendirian muhammadiyah di yogyakarta banyak sekali  kendala yang di hadapi baik dari intern dari diri Ahmad dahlan sendiri dan dari keberadaan eksternal dari masyarakat sendiri. Baik ada aspek dari dalam msyarakat sendiri dan pengaruh dari perjajahan colonial Belanda di saat itu, akan tetapi dengan kegigihan perjungan KH.Ahmad Dahlan dan teman-tamannya sekaligus sebagai pebndiri muhaammadiyah sehingga dapat berdiri Organisasi yang sangat besar dan di terima keberadaannya, Muhammadiyah setelah berdiri sampai saat ini sehingga masyarakat dapat menikmati apa saja yang telah didirikan baik lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga atvokasi dan tidak kalah pentingnya lembaga kesehatan. Sekarang tinggal bagaimana kader-kader Muhammadiyah untuk meneruskan perjuangannya. Apakah mencari kehidupan di muhammadiyah atau menghidupi Muhammadiyah.

Read More….>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s